Senin, 02 Desember 2019

Sabtu, 25 Mei 2019

Boleh Pintar Tapi Integritas dan Kejujuran Lebih Penting

sumber : google image

DUA belas tahun silam, seorang wanita dari Asia (tak usah sebut nama negaranya) datang ke Prancis untuk  kuliah di salah satu universitas terkenal di Paris.
Dia memang cerdas, bahasa Prancis dan Inggris-nya juga sangat baik sehingga lulus seleksi.

Sejak mulai kuliah di hari pertama, dia perhatikan bahwa sistem transportasi di Paris menggunakan sistem otomatis.
Artinya, Anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin.

Setiap perhentian kendaraan umum, memakai cara *_self-service_* dan jarang sekali diperiksa petugas.
Bahkan pemeriksaan insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada, bukan karena manajemennya buruk tapi unsur *_trust*_ dan tertib sosial di sistem transportasi Kota Paris memang sudah baik.

Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan kelihaiannya itu dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia sudah memperhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket, sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket.

Ia justru menganggapnya sebagai salah satu cara penghematan sebagai mahasiswa miskin yang dengan cara apapun kalau bisa irit, ya diirit.
Dia bahkan merasa bangga karena dianggapnya itu sebagai *kehebatan* yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

*Empat tahun berlalu, perempuan muda itu pun tamat dengan _cum laude_ dari fakultas favorit dan universitas* *ternama di Paris dengan angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang sangat bagus.*

Hal itu membuat dirinya penuh percaya diri.

Setelah wisuda, gadis itu pun mulai mengajukan aplikasi surat lamaran kerja ke beberapa perusahan ternama di Paris.
Pada mulanya, semua perusahan yang dikirimi surat lamaran via email merespon dengan karena IPK-nya yang tinggi dan lulusan universitas top di Paris.

Tapi beberapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan.
Hal ini terus terjadi berulang kali sampai akhirnya membuatnya merasa jengkel dan marah.

Dia bahkan sampai menuding perusahaan-perusahaan itu rasis karena tidak mau menerima warga negara asing meski lulus *_cum laude_* dari universitas ternama di Paris.
Akhirnya, pada suatu hari karena penasaran bercampur dongkol ia memutuskan untuk mengadukannya ke Departemen Tenaga Kerja Prancis di Paris.

Dia ingin melapor sekaligus ingin tahu kenapa perusahaan-perusahaan tersebut menolaknya.
Tapi, ketika bertemu dengan salah satu manager di kantor Depnaker Paris tersebut, ia mendapat penjelasan yang ia dapat di luar perkiraannya.
Berikut adalah dialog mereka.

*Manager*:
Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan Anda.
Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian Anda.
Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya adalah golongan pekerja yang kami cari-cari."

*Nona*:
Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?

*Manager*:
Jadi begini, setelah kami periksa di *_database,*_ kami menemukan data bahwa Nona pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.

*Nona*
(kaget): Ya, saya mengakuinya. Tapi, apakah karena *perkara kecil* tersebut semua perusahaan boleh menolak saya?

*Manager*:
Perkara kecil?
Kami tidak menganggap itu perkara kecil, Nona.
Kami lihat di _database,_ Anda pertama kali melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini.
Saat itu petugas percaya dengan penjelasan yang Anda bahwa Anda masih belum mengerti sistem transportasi umum di sini. Itu sebabnya kesalahan tersebut diampuni. Namun Anda tertangkap dua kali lagi setelah itu.

*Nona*:
Ohh, waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.

*Manager*:
Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda.
*Jangan anggap kami bodoh*. Kami yakin Anda telah melakukannya ratusan kali sebelum tertangkap.

*Nona*:
Well, baiklah. Tapi, itu _kan_ *bukan kesalahan mematikan ..'?* Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya perbaiki dan berubah _kan_ masih bisa?

*Manager*:
Maaf, kami tidak menganggap demikian, Nona.
Perbuatan Anda membuktikan dua hal:
*Pertama, Anda tidak mau mengikuti* *peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkannya* *untuk diri sendiri.*
*Kedua, Anda tidak bisa dipercaya !*

Nona, *banyak pekerjaan di berbagai perusahaan di negara Prancis ini bergantung pada kepercayaan atau _trust*
Jika Anda diberikan tanggung jawab atas tugas di sebuah wilayah, maka Anda akan diberikan kuasa yang besar.
Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu.
Hampir semua perusahan besar di Prancis ini mirip dengan sistem transportasi di negeri ini.
Oleh sebab itu, kami tidak bisa menerima Anda, Nona.
Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak akan ada perusahan yang mau menggunakan jasa Anda.

Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal.
Tapi, penyesalan selalu datang terlambat ketika nasi sudah jadi bubur atau peristiwa buruk telah terjadi.

Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar dan sangat menyesal.
Ia akhirnya terdiam seribu bahasa tidak bisa berkata apapun.

Sahabatku,
Ada pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita petik dari kisah nyata mahasiswi pintar tersebut.
*Moral dan etika (attitude) itu amat sangat penting, bahkan ditempatkan di atas kepintaran,* *kecerdasan atau kegeniusan*.

*Dalam kehidupan sosial, moral dan etika (attitude) seseorang bisa* *menutupi kekurangan IQ atau kepintaran intelektual*.
*Tetapi IQ atau kepintaran, bagaimanapun tingginya, tidak akan bisa menolong etika moral dan integritas yang buruk*.

*Samuel Johnson* (1709-1784), sastrawan Inggris mengatakan:
_Knowledge without integrity is dangerous and dreadful._
(Pengetahuan tanpa integritas pasti berbahaya dan mengerikan).

*Clive S Lewis* (1898-1963), profesor di Universitas Oxford dan penulis novel terkenal Inggris
mengatakan:
_Integritas adalah melakukan hal yang benar, ketika tidak ada yang melihat. *Integritas dan kejujuran adalah kekayaan paling jarang dimiliki manusia.*

Selamat berpuasa

Sabtu, 13 April 2019

Taman Kota Trembesi Kota Banda Aceh

Selamat datang di Banda Aceh, Kota yang terkenal dengan land mark Mesjid Raya Baiturrahman dan sejuta warung kopi, bagi anda yang ingin menikmati suasana teduh dan penuh inspirasi di kota ini maka kami sarankan untuk singgah ke Taman Kota Trembesi yang terletak di kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

hanya 6 menit dari Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
menjajal lapangan taman trembesi

Me dalam bahasa Aceh artinya Asam Jawa

Guling-guling ala film Bolywood bisa juga disini ^_^

Area Pembibitan Trembesi

Barisan Cemara

Rambu Larangan di gerbang utama taman

selfie sejenak... (yang punya blog)

Batu Prasasti Taman Trembesi

Senin, 11 Maret 2019

RUTE FUN WALK DAN AKSI GO GREEN 2019 SMA PLUS AL-ATHIYAH BANDA ACEH

Rute ini disusun saya susun untuk membantu panitia Fun Walk dan Aksi Go Green pada tanggal 9 Maret 2019 di SMA Plus Al-Athiyah Banda Aceh, insya Allah masih bisa dipakai untuk kegiatan serupa di tahun yang akan datang.


Senin, 28 Mei 2018

MARS SMA PLUS AL-ATHIYAH

Logo SMA Plus Al-Athiyah




MARS SMA PLUS AL-ATHIYAH

Ciptaan :  Ibu Diana


SMA PLUS AL-ATHIYAH
TEMPAT BERNAUNG MENCARI ILMU
DENGAN BERJUTA HARAPAN
MENJADI AKHLAK YANG TERPUJI

SMA PLUS AL-ATHIYAH
MENDIDIK GENERASI ISLAMI
BERGUNA  DUNIA AKHIRAT
DEMI KERIDHAAN ILAHI

SMA PLUS AL-ATHIYAH
MEWUJUDKAN GENERASI AL-QUR’AN
MENJAGA HARKAT DAN MARTABAT
SEMOGA KITA SELALU BERTAQWA

KAMI DARI SMA AL-ATHIYAH
MEWUJUDKAN GENERASI RABBANI
MENCARI JATI DIRI YANG SEJATI
BERGUNA BAGI BANGSA DAN AGAMA

KAMI DARI SMA  AL-ATHIYAH
BELAJAR MENGHAFAL AL-QUR’AN
MEMBENTUK JIWA RAGA YANG BERSIH
CERDAS ,KREATIF  DAN INOVATIF   (3X)

*versi lagu : https://www.youtube.com/watch?v=s3gYuC8YKQ8


Jumat, 18 Mei 2018

Kisah Anak Kembar Petani Lamtamot Aceh Besar, Hafal 30 Juz

Riska dan Riski saat memeluk kedua orangtuanya di panggung utama Wisuda Akbar Athiyah III/2018




Ahad, 13 Mei 2018 di gedung UCC Ahamad Dahlan, Kampus Unmuha, menjadi hari istimewa bagi Bapak  Muhammad Sufi dan Ibu Jamaliah, mengapa tidak dua anak kembarnya mengikuti prosesi wisuda akbar tahfiz yang diselenggarakan oleh Dayah SMP dan SMA Plus Al-Athiyah.

Pasangan suami istri patut bangga karena anaknya “Riska Maulina dan Riski Maulana” berhasil mewujudkan cita-cita orang tuanya untuk mengkhatamkan 30 juz selama 3 tahun di SMA Athiyah.

Dibalik keterbatasan kedua orang tua mereka yang berprofesi sebagai petani  serabutan di daerah lamtamot, lembah seulawah, mereka berdua bersungguh-sungguh mengikuti pendidikan di SMA plus Al-Athiyah B.Aceh yang jauh dari kampong halamannya.

Dengan  bantuan beasiswa dari Baitul Mal Provinsi Aceh, pihak keluarga memutuskan untuk memilih SMA Plus Al-Athiyah sebagai lembaga pendidikan.

Isak tangis mewarnai suasana Wisuda Akbar Tahfiz Athiyah, prosesi wisuda yang diikuti 54 orang wisudwan SMP Al-Athiyah Athiyah dan 38 orang wisudwan SMA Plus Al-Athiyah.  Prosesi wisuda ini semakin istimewa dari SMP Al-Athiyah melahirkan 2 Hafiz dan 12 Hafizah yang khatam 30 Juz, sedangkan dari SMA Plus Al-Athiyah melahirkan 8 hafiz dan 10 Hafizah yang khatam 30 Juz diantara wisudawan tersebut diantaranya Riska Maulina dan Riski Maulana.

Wisudawan/wati SMA Plus Al-Athiyah Angkatan III/2018


Acara pun berlanjut saat prosesi penyerahan mahkota kepada orang tua, Saat Riska Maulina dan Riski Maulana akan memasangkan mahkota di atas kepala ayahanda dan ibundanya. Sesaat suasana di gedung UCC Ahmad Dahlan bergemuruh dan tumpah tangis haru dari seluruh tamu yang hadir saat nama kedua orang tua mereka di panggil naik ke atas panggung untuk duduk di sofa.

Riska dan Riski adalah potret anak dari keluarga petani miskin di Lamtamot yang berhasil berjuang melawan keterbatasan yang dimiliki oleh orang tua mereka dan mampu mengukir tinta emas yang indah tidak hanya bagi keluarganya namun juga kampung halaman tercinta di Aceh Besar.
Suasana Wisuda Tahfizh Athiyah Angkatan III

Ketika ditanyai tentang masa depan mereka usai di SMA Plus Al-Athiyah, mereka berdua berkeinginan melanjutkan  di Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar Raniry dengan harapan ada beaiswa bagi mereka khusus Hafiz dan Hafizah 30 juz.

(Diposting 2 Ramadhan 1439 H/ 18 Mei 2018 M)




APLIKASI ABSEN HARIAN SISWA MAPEL BIOLOGI DAN PRAKARYA MAN 1 Aceh Barat , Pengajar : Afriandi, SP

MAN 1 ACEH BARAT ABSENSI HARIAN SISWA  UNTUK MAPEL BIOLOGI DAN PRAKARYA PENGAJAR : AFRIANDI,SP NIP : 19880826 2019031009 ...